Teknologi tersebut. Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa

Teknologi
saat ini semakin canggih dan modern mengikuti perkembangan zaman. Banyak    teknologi – teknologi baru dikembangkan
sekarang ini, dan yang paling banyak di kembangkan adalah teknologi Artificial Intelligence (AI) atau
kecerdasan buatan. Teknologi ini banyak dikembangkan untuk mempermudah
perkerjaan setiap bidang dalam kehidupan manusia. Akhir – akhir ini teknologi
AI yang sedang trend di bidang transportasi adalah mobil tanpa awak. Beberapa
perusahaan berlomba – lomba membuat dan menjadi pelopor mobil tanpa awak ini.
Perusahaan yang tersebut diantaranya Google, Volve, Daimler, Tesla, dan Apple. Mobil
tanpa awak adalah mobil yang dibuat tanpa setir dan alat – alat lainnya seperti
pedal gas, kopling, dan rem tetapi diganti dengan tombol dan alat yang memiliki
kecerdasan buatan. Mobil ini bekerja secara otomatis dengan memakai beberapa
sensor yang terpasang pada bagian mobil tersebut. Sensor tersebut di program
bekerja mendeteksi hal – hal di sekitar mobil agar dapat berjalan di jalan
dengan baik. Dengan alat tersebut pengguna mobil hanya akan duduk bersantai
dalam mobil atau melakukan aktifitas lain sambil menunggu mobil sampai
tujuannya. Selain itu, sumber daya yang digunakan mobil tanpa awak ini adalah
listrik sehingga ramah lingkungan. Salah satu fungsi mobil tanpa awak ini dibuat
untuk meminimalisir human error yang
terjadi sehingga potensi terjadinya kecelakaan dapat berkurang di jalanan.
Namun yang menjadi dilema bagi para pengembang mobil tanpa awak ini adalah
bagaimana membuat pilihan yang tepat pada mobil untuk  mengurangi kecelakaan pada keadaan yang tidak
terduga di jalanan. Misalnya ada pejalan kaki yang tiba – tiba menyeberang
jalan di jalur mobil tersebut dan akan tertabrak, apakah mobil tanpa awak ini
akan menghindari pejalan kaki dan membahayakan orang di dalam mobil atau lebih
memilih menyelamatkan orang didalam mobil? Salah satu contoh tersebut menjadi
masalah dalam pengembangan mobil tanpa awak sampai saat ini.

Dalam sebuah artikel di Erabaru (2016) mengatakan bahwa dilema
ini menimbulkan suatu pilihan yang sulit, susah bagi siapapun untuk memecahkan
masalah tersebut. Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa orang – orang ada
yang memilih mobil diprogram untuk keselamatan orang lain dan mengorbankan pengendaranya,
tetapi ada juga yang lebih memilih untuk menyelamatkan penumpang mobil. Dari
sudut pandang seorang programmer seharusnya mobil dapat menyelamatkan penumpang
dan orang lain, tapi dalam enyataannya sulit untuk dijalankan. Dalam artikel Adi Baskara (2016) mengatakan bahwa dalam sudut
pandang produsen mobil, memilih mobil diprogram untuk keselamatan penumpang
jelas masuk akal karena tidak ada konsumen yang mau memiliki mobil jika
diprogram lebih mementingkan keselamatan orang lain daripada keselamatan diri
pemilik mobil sendiri. Jika mobil memang memilih untuk menyelamatkan
orang lain, maka untuk apa seseorang membeli mobil itu jika tau bahwa dia akan
celaka jika terjadi hal yang tidak terduga. Menurut Nuh J. Godal (2014) salah
satu kelemahan utama mobil tanpa awak  saat terjadi kecelakaan adalah tidak memiliki
sopir dalam hal ini manusia yang bisa memutuskan bagaimana pilihan yang tepat
secara langsung jika harus menabrak, keputusan tentang apa yang akan dilakukan
mobil tanpa awak telah diprogram oleh programmer sebelumnya. Mobil tanpa awak
menafsirkan data sensor kemudian membuat keputusan, namun keputusan itu sendiri
merupakan hasil logika yang dikembangkan dan dikodekan sejak lama. Sebenarnya
kendaraan sudah diprogram untuk memilih jalan dan hasil yang aman, tapi dalam
hal yang tidak terduga mobil tanpa awak harus memutuskan cara yang paling aman
sesuai logika programnya. Jika dilihat
sebenarnya mobil tanpa awak diprogram sendiri oleh manusia, jadi secara tidak
langsung dikendalikan oleh manusia. Tapi yang menjadi masalahnya adalah pada
logika program yang dibuat belum bisa memasukkan sifat manusia sebenarnya
sehingga masih menjadi dilema dan harus dilakukan penelitian mendalam lagi
untuk memecahkan masalah tersebut.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Jadi,
walaupun teknologi semakin canggih sampai bisa menggantikan tugas manusia, beberapa
hal masih belum bisa tergantikan. Seperti pada kasus di atas, teknologi mobil
tanpa awak masih belum bisa memiliki sifat manusia yang sebenarnya dalam
mengemudi dan butuh penelitian yang mendalam. Jika memang hal tersebut tidak
bisa dihindari, maka hal yang sebaiknya dilakukan adalah meminimalisir
terjadinya kesalahan-kesalahan. Karena sesuatu yang dibuat tidak bisa sempurna
dan harus terus dikembangkan sesuai jaman. 

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out