MAKALAH berdiri. Dengan adanya pabrik industri ini

MAKALAH SDGs

PENGARUH INDUSTRI TERHADAP MASYARAKAT PEDESAAN DI
INDONESIA

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH

Nanda Nurul Inayah Sofyan

140610170010

 

 

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN

SUMEDANG

2017

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………        i

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………… …… ii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………….        1

1.1.Latar
Belakang Masalah ………………………………………………………………..        1

1.2
Rumusan  Masalah ………………………………………………………………………..        1

1.3
Tujuan …………………………………………………………………………………………        1

1.4
Manfaat ………………………………………………………………………………………        1

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………..        3

2.1 Definisi Industri …………………………………………………………………………..        3

2.2 Pengaruh Industri terhadap Masyarakat
Pedesaan  ……………………………        5

2.3
Pandangan agama Islam mengenai Industri …………………………………………… 8

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………..       11

3.1
Kesimpulan…………………………………………………………………………………..       11

3.2
Saran……………………………………………………………………………………………       11

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….        12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

            Dengan ucapan Basamalah, saya ucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah yang berjudul Pengaruh Industri terhadap Masyarakat
Pedesaan di Indonesia ini. Serta yang paling utama, saya panjatkan rasa
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan Karunia dan Rahmat-Nya, saya
dapat menyelesaikan makalah ini.

            Semoga makalah yang telah selesai ini dapat menjadi
sumber referensi dan bacaan yang bagus bagi saya sendiri, mahasiswa lain,
instansi/universitas, masyarakat dan Negara. Saya berharap dengan adanya
makalah ini dapat memberikan wawasan, pengetahuan serta solusi mengenai dampak
industri terhadap masyarakat luas umumya, dan kepada masyarakat di pedesaan
khususnya.

            Saya menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak
ada yang sempurna. Termasuk makalah ini yang memang jauh dari kata sempurna.
Tapi, saya berharap kritik dan saran dari para pembaca mengenai makalah ini,
agar ada perbaikan kedepannya.

 

 

 

 

 

 

Jatinangor, 22  Desember 2017

 

 

Nanda Nurul
Inayah Sofyan

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1
Latar Belakang

            Seiring dengan perkembangan zaman, banyak sekali
pabrik-pabrik industri yang berdiri. Dengan adanya pabrik industri ini kita
bisa semakin mudah memproduksi barang-barang. Namun pada kenyataannya
pabrik-pabrik tersebut adalah milik dari orang asing yang memang menumnpang di
negeri kita ini.

            Juga pabrik-pabrik industri ini
dibangun dekat dengan permukiman warga di pedesaan yang mengganggu warga desa.
Dengan adanya pabrik memang menambah peluang pekerjaan untuk warga sekitar,
namun juga berdampak kurang baik pada warganya.

            Oleh karena itu perlu adanya campur
tangan pemeintah dalam mengendalikan pembangunan pabrik-pabrik industri ini di
pedesaan. Karena berdampak sangat tidak baik untuk kesehatan warga sekitar.

1.2 Rumusan Masalah

            Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah

1.     
Apa yang
dimaksud dengan industri?

2.     
Apa pengaruh
industri terhadap masyarakat pedesaan?

3.     
Bagaimana
pandangan agama Islam mengenai industri ini?

1.3 Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah

1.     
Mengetahui apa
itu industri.

2.     
Mengetahui
pengaruh industri terhadap masyarakat pedesaan.

3.     
Mengetahui
pandangan agama Islam mengenai industri ini.

1.4 Manfaat Penulisan

            Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut.

1.     
Bagi penulis

Sebagai penambah
pengetahuan dan wawasan mengenai pengaruh adanya industri terhadap masyarakat
pedesaan.

2.     
Bagi masyarakat

Sebagai sumber
informasi tentang pengaruh dari industri terhadap masyarakat pedesaan di
Indonesia.

3.     
Bagi
instansi/universitas

Sebagai bahan
referensi dan informasi mengenai pengaruh industri terhadap masyarakat pedesaan
di Indonesia.

4.     
Bagi pemerintah

Sebagai saran
dan kritik tentang pengaruh adanya industri terhadap masyarakat pedesaan di
Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1
Definisi Industri

Industri adalah proses usaha untuk merubah
bahan mentah menjadi bahan jadi dengan berbagai bahan yang diperlukan, dengan
tujuan agar dapat meningkatkan nilai jualnya dan memberikan keuntungan kepada
pabrik industri tersebut.

·        
Jenis Jenis Industri

Jenis
Jenis industri antara lain :

1. Industri ekstraktif

Pengertian
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diambil langsung dari
alam sekitar. Contoh : perkebunan, perhutanan, perikanan, pertanian,
peternakan, pertambangan, dan lain lain.

2. Industri nonekstaktif

Pengertian
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan bakunya didapat dari tempat
lain selain dari alam sekitar.

3. Industri fasilitatif

Pengertian
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya berbentuk jasa yang
kemudian dijual kepada para konsumennya. Contoh : Asuransi, perbankan,
ekspedisi, transportasi dan lain sebagainya.

·        
Jenis Jenis industri berdasarkan besar kecil modal,
antara lain :

1. Industri padat modal

Pengertian
Industri Padat Modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya
besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya

2. Industri padat karya

Pengertian
Industri Padat Karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah
besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya. 

·        
Jenis Jenis Industri berdasarkan klasifikasi atau
penjenisannya, antara lain :

1. Industri kimia dasar. contohnya :
industri semen, obat-obatan, pupuk, kertas dan sebagainya.

2. Industri mesin dan logam dasar.
Contohnya : industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, industri tekstil dan
lain sebagainya.

3. Industri kecil. Contohnya :
industri roti, makanan ringan, es, minyak goreng curah, kompor minyak dan lain
sebagainya.

4. Aneka industri. Contohnya :
industri pakaian, industri makanan dan minuman dan lain sebagainya.

·        
Jenis Jenis Industri berdasarkan jumlah tenaga
kerja, antara lain :

1. Industri rumah tangga

Pengertian
Industri Rumah Tangga adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya
berjumlah antara 1 sampai dengan 4 orang.

2. Industri kecil

Pengertian
Industri Kecil adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya
berjumlah antara 5 sampai dengan 19 orang.

3. Industri sedang atau industri
menengah

Pengertian
Industri Sedang adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya
berjumlah antara 20 sampai dengan 99 orang.

4. Industri besar

Pengertian
Industri Besar adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya
berjumlah antara 100 orang atau bahkan lebih.

·        
Jenis Jenis Industri berdasarkan produktifitas
perorangan, antara lain :

1. Industri Primer

Pengertian
Industri Primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan merupakan
hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya : hasil
produksi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.

2. Industri Sekunder

Pengertian
Industri Sekunder adalah industri yang bahan mentahnya diolah, yang nantinya
hasil dari olahan tersebut menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Contohnya : pemintalan benang sutra, komponen elektronik dan sebagainya.

3. Industri Tersier

Pengertian
Industri Tersier adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan
jasa. Contohnya : telekomunikasi, perawatan kesehatan, transportasi dan lain
sebagainya.

 

2.2
Pengaruh Industri terhadap Masyarakat Pedesaan

·        
Dampak Positif

Perubahan
mata pencaharian, perubahan kemepatan kerja, perubahan tingkat pendapatan,
merupakan aspek social ekonomi yang diakibatkan dari pembangunan dan
perkembangan industri. Dampak positif pembangunan industri merupakan kondisi
dimana dengan adanya industri tersebut dapat memberikan kebaikan atau hal
positif kepada lingkungan sekitar atau juga dapat memberikan perubahan yang
baik baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun dampak positif dari
adanya industri yang dibangun adalah sebagai berikut.

1.      Penciptaan Peluang Usaha dan Pekerjaan

Kehadiran
pabrik industri ini yang pertama memberikan dampak positif yaitu mengenai mata
pencaharian atau lapangan pekerjaan. Dari yang awalnya masyarakat hanya bekerja
sebagai petani, peternak, buruh dan lain sebagainya. Dengan adanya industri ini
maka dapat memerbikan pekerjaan yang luas atau pilihan yang banyak untuk
masyarakat dapat memilih apa yang ingin mereka kerjakan.

Biasanya
masyarakat yang memiliki jiwa usaha, maka dia akan berpikir layaknya seorang
pengusaha. Sebelum adanya pabrik industry, mungkin ada beberapa masyarakat desa
yang memilih untuk berdagang, buka warung dan lain sebagainya.

2.      Ketersediaan Sarana dan Prasarana

Dengan
adanya pembangunan industri maka perusahaan industri tersebut biasanya akan
menyediakan sarana prasarana untuk menunjang pembangunan pabrik tersebut. Salah
satu contohnya yaitu pembangunan jalan yang menunjang pabrik industri tersebut
dalam menyuplai bahan-bahan mentah untuk proses produksi.

Dengan
adanya pembangunan jalan tersebut maka akan memberikan dampak atau efek yang
baik untuk masyarakat di sekitaran pabrik industri. Yaitu masyarakat menjadi
mudah dalam mengakses jalan dari lingkungan mereka ke kota, pasar, toko dan
lain-lain misalnya.

Selain
itu juga, biasanya ada bantuan dari pemerintah dalam hal tersebut, jadi
masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk diri mereka untuk
menjalankan kehidupannya.

 

·        
Dampak Negatif

Terjadinya
pencemaran terhadap lingkungan sekitar industri seperti polusi air bersih,
polusi kebisingan suara, dan polusi udara merupakan dampak negatif yang diberikan
dari pembangunan industri. Selain akibat tadi yang telah disebutkan, biasanya
terdapat beberapa permasalahan didalam pekerjaan industri tersebut. Contohnya
yaitu adanya persaingan antara masyarakat asli dengan masyarakat pendatang yang
bekerja di pabrik industri tersebut. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan
yaitu sebagai berikut.

a.       Pencemaran
Air Bersih

Dampak
buruk yang utama dari pencemaranlingkungan oleh adanya pabrik ini yaitu
pencemaran terhadap air bersih. Dimana dengan adanya pabrik industri ini bukan
hanya menghasilkan produk input, tetapi juga limbah industri tersbut yang
menjadi masalah untuk masyarakat sekitar. Pencemaran air ini terjadi karena
sumur-sumur yang menjadi sumber mata air bagi masyarakat menyerap air didalam
tanah yang sudah terkontaminasi oleh limbah pabrik. Ini terjadi karena
sedikitnya alat penyaring limbah dari pabrik tersebut mengakibatkan terserapnya
limbah tersebut oleh sumber mata air.

b.      Polusi
Kebisingan Suara        

Lalu
ada polusi kebisingan, biasanya orang-orang awam jika ditanya “apa dampak buruk
yang dihasilkan oleh sebuah pabrik industri terhadap lingkungan sekitar?”
Biasanya mereka menjawab polusi udara, air dsb. Nah, akibat dari kerja
alat-alat atau mesin produksi juga dapat menimbulkan polusi terhadap suara.

Suara
yang dihasilkan dari kerja mesin tersebut biasanya sangat berisik dengan jumlah
yang banyak. Solusinya yaitu masyarakat dapat banyak menanam pohon agar dapat
meredam suara bising tersebut. Selain itu pabrik industri tersebut memiliki
kewajiban juga dalam hal penanganannya, yaitu dengan cara melakukan perbaikan
terhadap bangunan pabrik agar dapat meredam suara bising dari mesin keluar dari
pabrik tersebut.

c.       Polusi
Udara

Sebuah
perusahaan produksi sekelas pabrik industri baik skala kecil maupun besar,
sudah hampir pasti menggunakan mesin dalam proses produksinya. Nah, selain
limbah yang dihasilkan oleh pabrik tersebut mencemari air, udara juga dapat
tercemari dengan adanya asap dari kerja mesin tersebut. Asap yang dihasilkan
memang dikeluarkan melalui cerobong asap mesin tersebut. Namun tidak menjamin
asap tersebut tidak mengganggu lingkungan sekitar. Karena asap ini dapat
langsung bereaksi dengan udara, dan menimbulkan polusi terhadap udara tersebut.

Selain
dari kerja mesin, polusi udara dapat tercemari oleh adanya truk-truk besar yang
keluar masuk pabrik tersebut untuk mengangkut bahan produksi ataupun mengangkut
barang hasil produksi. Keluar masuknya truk ini, mengakibatkan jalanan menjadi
rusak dan biasanya menimbulkan debu dari jalan rusak tersebut, apalagi jika
jalannya tanah.

d.      Potensi Konflik

Adanya
pabrik industri biasanya memerlukan pegawai dalam jumlah besar. Biasanya
pegawai dari suatu pabrik industri tersebut tidak sepenuhnya warga asli. Ada
juga pendatang dari berbagai daerah yang ingin bekerja untuk mendapatkan upah
untuk kehidupannya. Bahkan di suatu perusahaan atau pabrik terdapat lebih
banyak pegawai dari pendatang.

Hal
ini dapat mengakibatkan gesekan antara warga asli dengan warga pendatang.
Dengan banyaknya warga pendatang yang bekerja di pabrik tersebut apalagi
menetap disana, dapat menimbulkan kecemburuan sosial. Warga asli menuntut untuk
dapat mendapatkan pekerjaan yang layak di pabrik tersebut karena merasa mereka
memiliki wewenang di daerahnya.

·        
Perubahan Sosial Ekonomi

1.      Mata
Pencaharian

Di
zaman yang modern ini banyak sekali berkembang pabrik-pabrik industri untuk
dapat memenuhi kebutuhan permintaan dari amsyarakat sendiri. Namun dengan
adanya perkembangan pabrik ini mengakibatkan beberapa hal, yaitu hilang mata
percaharian masyarakat, pergeseran mata pencaharian, peralihan fungsi lahan dan
lain-lain.

Dengan
berkembangnya perusahaan industri membutuhkan lahan untuk membangunnya. Biasanya
yang menjadi korban adalah lahan di pedesaan, karena di perkotaan lahan sudah
semakin sempit. Lahan pertanian, perkebunan, persawahan dan lain sebagainya pun
menjadi korban untuk dapat berdirinya pabrik tersebut. Lalu dengan hilangnya
fungsi lahan tersebut maka mata pencaharian masyarakatpun akan hilang atau
bergeser menjadi pegawai pabrik karena hilangnya lahan tempat mereka bekerja.

2.      Kesempatan
Kerja

Perkembangan
industri ini dapat memberikan lapangan pekerjaan yang luas atau dapat dibilang
terdapat pilihan yang banyak bagi masyarakat dalam pekerjaanya. Jadi ketika
sebelum ada pabrik industri, masyarakat hanya bisa bekerja sebagai petani,
peternak, kerja di kebun dan lain-lain.

3.      Tingkat
Pendapatan

Dengan
adanya pabrik industri ini, maka masyarakat dapat meningkatkan pendapatannya
dari pekerjaan ini.

 

 

 

2.3
Pandangan agama Islam mengenai Industri

            Dari sisi ini, Islam mendukung pengembangan industri.
Dalam sejarah kekuasaan-kekuasaan Islam selama ribuan tahun, industri demikian
digalakkan; misalnya dalam produksi senjata, alat-alat perang, produksi kain,
perabot rumah-tangga, obat-obatan, perhiasan, susu, keju, mentega, gula, garam,
dll.

Kedua, industrialisme
sebagai sebuah ideologi yang mengabdi untuk kepentingan kapitalisme, dimana
disana nilai-nilai kemanusiaan manusia sama sekali tidak dihargai; semua
aspek-aspek kehidupan dikorbankan demi penumpukan modal (capital); maka dalam
konteks terakhir, industrialisme diharamkan. Ia sama sekali tidak sesuai
nilai-nilai Islam.

Dalam Al
Qur’an disebutkan:

Artinya: “Dan sesungguhnya telah
Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami
beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan
kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”
(Q.S. Al-Israa : 70)

Contoh
sikap pemuliaan, jika manusia mati, dia dimakamkan. Makam hendaknya agak dalam,
sehingga jenazah tidak diganggu oleh hewan-hewan liar. Nabi Saw pernah berdiri,
memberi hormat kepada jenazah Yahudi yang sedang dibawa ke pekuburan. Nabi
bukan menghormati keyakinan orang itu, tetapi menghormati dirinya sebagai
manusia. Selain itu, Islam melarang membunuh makhluk hidup dengan api. Termasuk
tentu melarang kremasi, yaitu memusnahkan jenazah manusia dengan pembakaran.

Setiap
Muslim dijaga keselamatan darah, harta, dan kehormatannya; saat dia masih
hidup, termasuk jika sudah mati. Aib-aib Muslim perlu ditutupi, ketika dia
wafat. Kecuali terhadap oknum-oknum tertentu yang sudah terkenal kedurhakaan
dan penodaannya kepada agama; maka mengenangi reputasi buruknya termasuk bagian
menjaga agama.  Maka Islam sepenuhnya melarang pelecehan, penghinaan, atau
eksploitasi terhadap hak-hak kemanusiaan ini.

Sebaliknya,
Islam mendukung pengembangan dunia industri. Hal ini masih satu haluan dengan
perintah Al Qur’an:

            Artinya:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang
kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan
itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka
yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu
nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu
tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Q.S. Al-Anfal : 60)

Kemenangan
Islam dalam perang di zaman Nabi Saw tidak melulu mengandalkan bala pertolongan
para Malaikat yang turun dari langit. Tetapi mereka juga melakukan kalkulasi
perhitungan kekuatan fisik. Hal ini sering dilupakan oleh generasi muda saat
ini. Seolah, kalau dalam berperang, asalkan bisa berteriak takbir, maka habis
semua perkara. Padahal Nabi Saw dan para Shahabat Ra, mereka sangat
sungguh-sungguh mempersiapkan perang Khandaq, dengan membuat parit yang
mengelilingi kota Madinah.

Peranan
industri sangat tampak dalam sejarah kaum Muslimin di era Daulah Abbasiyah,
Daulah Umawi Barat (Andalusia), Daulah Saljuqiyah, Daulah Ayyubiyah, Daulah
Turki Utsmani, dan lainnya. Industri merupakan instrumen teknologi untuk
menghasilkan produk massal, dengan kualitas baik (standar), serta lebih
efisien.

Sejauh
tujuan industri adalah untuk maslahat hidup kaum Muslimin, ia didukung
sepenuhnya. Tetapi kalau industrialisme dalam rangka eksploitasi kemanusiaan
demi tujuan materialisme dan kapitalisme; hal itu jelas haram dan dilarang.

Industri adalah instrumen teknologi
untuk melayani kehidupan manusia; bukan sebaliknya, memperbudak manusia.

 

 

 

 

 

BAB
III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1.      Industri
itu adalah sekelompok perusahaan yang mempoduksi bahan mentah menjadi barang
jadi yang dibuthkan oleh manusia untuk membantu kehihupannya.

2.      Terdapat
dua dampak industri terhadap masyarkat pedesaan, yaitu dampak positifnya
masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dapat melamar pekerjaan disitu. Sedangkan
dampak negative nya adalah bagi kesehatan masyarakat itu sendiri, yaitun limbah
dari pabrik tersebut bisa berakibat fatal pada masyarakat.

3.      Dalam
Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan rezeki yang lebih pada
manusia, salah satunya adalah akal pikiran untuk dapat mengolah ala mini
melalui produksi industri.

3.2 Saran

1.      Untuk
pemerintah, lebih memperketat lagi izin pendirianpabrik industri di pedesaan
karena dampak negative nya lebih banyak daripada dampak positif.

2.      Untuk
masyarakat pedesaan, silakan olah lah alam kalian dengan sebaik-baiknyaagar
potensi alam yang ada tidak di eksploitasi oleh orang asing

3.      Lebih
cinta negeri sendiri, yaitu salah satunya bekerja di pabrik Indonesia dengan
standar pabrik yang tidak mencemari lingkungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 WordPress and Wellington,
2015, http://www.pengertianpakar.com/2015/09/pengertian-industri-dan-jenis-jenis-industri.html

Kotter,
Jhon P. and Heskett, James L., 1992, Corporate Culture and Performance, New
York: The Free Press, A Division of Mac Millan, Inc.

https://aleharahap.wordpress.com/2009/05/29/dampak-industri-terhadap-masyarakat
pedesaan/v

[07]. Islam Bicara tentang Industri

JavanLabs, https://tafsirq.com/17-al-isra/ayat-70

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out