BAB Digital Storytelling adalah suatu seni mengubah

BAB IA. Latar BelakangPerkembangan zaman pada era sekarang maju dengan pesat, khususnya pada perkembangan tekhnologi yang tidak disangka sudah dapat mewujudkan kemungkinan-kemungkinan tekhnologi pada masa lalu. Dengan berkembang pesatnya tekhnologi juga sebagai arti bahwa manusia semakin cerdas. Sudah menjadi keharusan juga seluruh masyarakat di bumi ini dapat menguasai Bahasa International agar bisa mengikuti perkembangan IPTEK. Dahulu orang tua banyak mengecam anaknya, jika bermain video konsol, menonton kartun, dan animasi akan merusak kecerdasan anak. Tetapi disisi lain khususnya saat ini, anak-anak lumayan fasih dalam berbahasa asing lewat permainan di konsol game, kartun, dan film layar lebar dari luar negeri. Namun harus diawasi dalam setiap kegiatan anak-anak, jika tidak maka kecanggihan tekhnologi akan merusak anak bangsa dan tidak mendapatkan nilai positifnya.Dengan perkembangan ini kita dapat mendidik anak lebih efektif dengan minat mereka dalam menonton kartun, dalam istilah lain kita dapat mengajarkan anak pandai berbahasa asing lewat digital storytelling. B. Rumusan MasalahYang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apa yang dimaksud dengan digital storytelling?2. Bagaimana cara menggunakan digital storytelling dengan efektif dan efisien?.C. Tujuan PenilitanSesuai dengan latar belakang dan perumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah:1. Mengajak pembaca untuk mulai menggunakan digital storytelling pada pembelajaran anak.2. Memberikan saran dalam menggunakan digital storytelling sebagai alat pembelajaran.BAB IIA. Pembahasan1. Pengertian Digital StorytellingPengertian Storytelling sederhananya adalah bercerita, sedangkan Digital Storytelling adalah salah satu teknik untuk bercerita dengan bantuan teks, suara (audio), gambar (image), dan video. Dengan memanfaatkan Content Multimedia tersebut, kegiatan bercerita akan semakin menarik dan dapat lebih cepat menyampaikan inti cerita tersebut. Jadi bisa dikatakan Digital Storytelling adalah suatu seni mengubah cerita ke bentuk multimedia. Beberapa teori pembelajaran meyakini bahwa dalam teknik pedagogis, mendongeng dapat secarfa efektif untuk diterkan dalam semua objek.Pemanfaatan Digital Storytelling sangat baik diterapkan di dunia pendidikan, sebagai strategi untuk memenuhi kebutuhan anak tentang :1) Kreatifitas2) Daya cipta3) Multiple intelligence4) Literasi informasi5) Literasi visual6) Literasi suara7) Literasi teknologi8) Berkomunikasi secara efektif9) Bekerjasama dengan tim,10) Pengelolaan proyek11) Memperkuat pemahamanUntuk penggunaan Digital Storytelling dapat menggunakan aplikasi/software yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.  Aplikasi Digital Storytelling ini dapat dikemas menjadi Video dengan durasi cukup,atau slideshow image, dll.  Beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat Digital Storytelling antara lain: Microsoft Powerpoint,  Microsoft Photo Story, Microsoft Windows Movie Maker dan terdapat juga tool/aplikasi yang bersifat opensource.2. Digital Storytelling Untuk Generasi GadgetJaman sekarang rasanya semakin susah memisahkan anak dari penggunaan gadget. Jangankan anak-anak, kita sendiri saja praktis terpapar teknologi informasi di setiap menit. Mau meminta anak untuk berhenti bermain iPad berarti bahwa orang-tua juga meninggalkan laptop atau hapenya pada saat yang sama.Mengamati kegemaran anak, saya mencari aplikasi yang bisa dipakai untuk membuat cerita. Maka ketemulah Toontastic. Aplikasi ini gratis di App Store, sehingga tinggal install saja tanpa membayar. Ada banyak aplikasi dan website yang lain untuk membuat cerita secara digital. Dalam bahasa pembelajaran, Toontastic adalah aplikasi untuk digital storytelling. Aplikasi ini pas untuk anak-anak usia di bawah 10 tahun.Dari hasil review saya, fitur-fitur Toontastic memang bagus sekali. Anak dapat memilih sendiri tokoh dan latar cerita. Tinggal mix and match. Suara juga bisa direkam dengan mengaktifkan fitur microphone. Hebatnya lagi, fitur elemen cerita-set up, conflict, climax, dan resolution juga ada. Dengan fitur-fitur ini, anak akan paham struktur teks dan mampu memproduksi teks sendiri.Anak sekarang memang digital natives. Dia sudah tahu bagaimana bernavigasi dengan aplikasi baru ini. Jari-jarinya lincah memilih-milih karakter dan setting cerita. Dia klik icon tiap tahap/elemen cerita, dan terdengarlah penjelasan fungsi elemen-elemen tersebut.BAB IIIA. KesimpulanJadi diharapkan dengan teknik Digital Storytelling ini dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi belajar menjadi yang lebih efektif, atraktif, sekaligus menstimulasi anak untuk memenuhi 11 kebutuhan anak yang tertulis di atas.Menilik kembali teori literasi sebagai praktik sosial, ternyata ini merupakan literacy event yang menarik dieksplorasi lebih jauh. Bahasa dan kisah yang anak-anak buat juga mencerminkan nilai, pengalaman, dan perasaannya yang membentuk identitasnya sebagai anak yang bilingual, suka menyanyi, dan merekam apa saja yang dia lakukan lewat video. Bila mau diteliti lebih lanjut, tema literasi digital dan identitas sudah siap dikembangkan. Saya tidak terlalu mendalami teknik-teknik pembelajaran untuk kegiatan penelitian saya, namun mengamati proses produksi teks digital ini membuka kemungkinan penerapan metode narrative inquiry.B. Daftar Pustakahttp://digitalliteracyintheclassroom.pbworks.com/f/Educ-Uses-DS.pdf Robin.2008http://agungsuprapto.net/memahami-digital-storytelling/ December 18, 2013. Agung Supraptohttps://doingliteracy.wordpress.com/2016/10/01/digital-storytelling-buat-anak-yang-demen-gadget/ October 1, 2016. Pratiwi Retnaningdyah

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out